Minggu, 15 Juni 2014

MENGELOLA KELAS

MENGELOLA KELAS Bagian 2

Menjadi Komunikator Yang Baik

Ketrampilan Berbicara
Berbicara di depan kelas dan murid
Beberapa strategi untuk berbicara secara jelas dengan kelas anda antara lain:
  • Menggunakan tata bahasa yang benar
  • Memilih kosakata yang gampang dipahami dan tepat bagi level grade murid anda
  • Menerapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan murid dalam memahami apa yang anda katakan, seperti menekankan pada kata-kata kunci, mengulang penjelasa, atau memantau pemahaman murid
  • Berbicara dengan tempo yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat
  • Tidak menyampaikan hal-hal yang kabur
  • Menggunakan perencanaan dan pemikiran logis sebagai dasar untuk berbicara secara jelas di kelas
Rintangan komunikasi verbal yang efektif
Antara lain:
  • Kritik
  • Memberi julukan dan pelabelan
  • Menasihati
  • Mengatur-atur
  • Ceramah moral
Memberi ceramah yang efektif
Beberapa pedoman untuk memberikan ceramah yang bisa bermanfaat bagi guru dan murid:
  • Jalin hubungan dengan audien
  • Kemukakan tujuan anda
  • Sampaikan ceramah secara efektif
  • Ikut konvensi yang tepat
  • Tata ceramah yang rapi
  • Masukkan bukti pendukung dan kembangkan ide anda
  • Gunakan media secara efektif

Ketrampilan Mendengar
Gaya mendengar yang memberi perhatian penuh pada pembicara, memfokuskan diri pada isi intelektual dan emosional dari pesan. Beberapa strategi untuk mengembangkan ketrampilan mendengar aktif:
  • Beri perhatian cermat pada orang yang sedang berbicara
  • Parafrasa
  • Sintesiskan tema dan pola
  • Beri umpan balik atau tanggapan dengan cara yang kompeten
Berkomunikasi Secara Nonverbal
Beberapa contoh perilaku umum yang dilakukan orang untuk berkomunikasi secara nonverbal:
  • Mengangkat alis sebagai tanda tak percaya
  • Bersedekap untuk melindungi diri
  • Mengangkat bahu sebagai tanda tak peduli
  • Mengedipkan satu mata untuk menunjukkan kehangatan dan persetujuan
  • Mengetukkan jari tanda tak sabar
  • Menepuk dahi sebagai tanda lupa sesuatu

Sabtu, 14 Juni 2014

MENGELOLA KELAS

MENGELOLA KELAS Bagian 1

Kelas Padat, Kompleks, dan Berpotensi Kacau
Walter Doyle mendeskripsikan enam karakteristik yang merefleksikan kompleksitas dan potensi problemnya:
  • Kelas adalah multidimensional
  • Aktivitas terjadi secara simultan
  • Hal-hal terjadi secara cepat
  • Kejadian sering kali tidak bisa diprediksi
  • Hanya ada sedikit privasi
  • Kelas punya sejarah
Memulai dengan benar
Kunci mengelola kompleksitas adalah mengelola hari-hari pertama dan minggu-minggu awal skolah secara cermat dan hati-hati. Strategi mengajar yang baik untuk mengawali pengajaran adalah:
  • Menciptakan ekspektasi untuk perilaku dan membuang ketidakpastian
  • Pastikan murid bahwa murid mengalami kesuksesan
  • Selalulah siap dan hadir
  • Bersikaplah tegas
Tujuan dan Strategi Manajemen
  • Membantu murid menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar dan mengurangi waktu aktivitas yang tidak diorientasikan pada tujuan
  • Mencegah murid  mengalami problem akademik dan emosional
Mendesain Lingkungan Fisik Kelas

Prinsip penataan kelas
  • Kurangi kepadatan di tempat lalu-lalang
  • Pastikan bahwa anda dapat dengan mudah melihat semua murid
  • Materi pengajaran dan perlengkapan murid harus mudah diakses
  • Pastikan murid dapat dengan mudah melihat semua presentasi kelas
Gaya penataan
Penataan kelas standar antara lain : Gaya auditorium, gaya tatap muka, gaya off-set, gaya seminar, gaya klaster.
Langkah-langkah mendesain kelas:
  • Pertimbangkan apa aktivitas yang akan dilakukan murid
  • Buat gambar rencana tata ruang
  • Libatkan murid dalam perencanaan tata ruang kelas
  • Cobalah rancangan dan bersikaplah fleksibel dalam mendesainnya
Menciptakan Lingkungan Yang Positif Untuk Pembelajaran

Strategi Umum
  • Menggunakan gaya otoritatif
  • Mengelola aktivitas kelas scara efektif
 Mengajak murid untuk bekerja sama
  • Menjalin hubungan positif dengan murid
  • Mengajak murid untuk berbagi dan mengemban tanggung jawab
  • Beri hadiah terhadap perilaku yang tepat. Beberapa pedoman untuk menggunakan imbalan dalam mengelola kelas sebagai berikut: memilih penguat yang efektif, gunakan prompts dan shaping secara efektif, gunakan hadiah untuk memberi informasi tentang penguasaan, bukan untuk mengontrol perilaku murid
 

MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN

MOTIVASI, PENGAJARAN, DAN PEMBELAJARAN

Mengeksplorasi Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku.  Perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energy,terarah dan bertahan lama.

Perspektif Tentang Motivasi

Perspektif Behavioral : Menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
Perspektif Humanistis : Menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka.
Perspektif Kognitif : Menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan, dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.
Perspektif Sosial, Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.

Motivasi Untuk Meraih Sesuatu

Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain, biasanya dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman.
Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.

Proses Kognitif Lainnya
  1. Atribusi. Teori atribusi menyatakan bahwa dalam usaha mereka dalam memahami perilaku atau kinerjanya sendiri, orang-orang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Atribusi adalah sebab-sebab yang dianggap menimbulkan hasil. 
  2.  Motivasi untuk menguasai. Anak dengan orientasi untuk menguasai akan fokus pada tugas daripada terhadap kemampuan mereka, punya sikap positif, dan menciptakan strategi berorientasi solusi yang meningkatkan kinerja mereka. 
  3. Self –efficacy, merupakan keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan memproduksi hasil positif.
  4. Penentuan Tujuan, Perencanaan, dan Monitoring Diri .
Kecemasan dan Prestasi
Kecemasan adalah perasaan takut dan kegundahan yang tidak jelas dan tidak menyenangkan. Tingkat kecemasan yang tinggi dan konstan bisa mengganggu kemampuan mereka untuk meraih prestasi.

Ekspektasi Guru
Guru seringkali punya ekspektasi lebih positif untuk murid berkemampuan tinggi daripada murid berkemampuan rendah. Ekspektasi ini kemungkinan akan memengaruhi sikap dan perilaku murid terhadap guru. 

Motivasi, Hubungan dan Konteks Sosiokultural
Motif sosial adalah kebutuhan dan keinginan yang dikenal melalui pengalaman dengan dunia sosial.

Hubungan sosial
Terdiri dari orangtua (karakteristik demografis, praktik pengasuhan anak, provisi pengalaman spesifik di rumah), teman sebaya, guru.

Murid Berprestasi Rendah Dan Sulit Didekati
Murid yang Tidak Bersemangat
Mencakup : murid berprestasi rendah dengan kemampuan rendah yang kesulitan untuk mengikuti pelajaran dan punya ekspektasi prestasi yang rendah, murid dengan sindrom kegagalan, murid yang terobsesi untuk melindungi harga dirinya dngan menghindari kegagalan

PELAJAR YANG TIDAK BIASA

PELAJAR YANG TIDAK BIASA

Pelajar yang tidak biasa adalah anak-anak yang memiliki gangguan atau ketidakmampuan dan anak-anak yang tergolong berbakat, tetapi disini kita akan lebih fokus pada jenis anak yang memiliki kekurangan kemampuan. Para pendidik lebih sering menggunakan istilah "children with disabilities" (anak yang menderita gangguan) daripada "disabled children" (anak cacat) agar penekanannya bukan pada cacatnya tetapi pada anaknya.  Ketidakmampuan dan gangguan dikelompokkan sebagai berikut: gangguan organ indra, gangguan fisik, retardasi mental, gangguan bicara dan bahasa, gangguan belajar, attention deficit hyperactivity disorder, gangguan emosional dan perilaku.

GANGGUAN INDRA

Gangguan Penglihatan
Salah satu tugas penting untuk mengajar anak yang menderita gangguan atau kerusakan penglihatan ini adalah menentukan modalitas yang dengannya murid dapat belajar dengan baik. Anak yang lemah penglihatannya akan lebih baik disuruh duduk di bangku paling depan dikelas. 

Gangguan Pendengaran 
Anak yang tuli secara lahir atau menderita tuli saat masih kanak-kanak biasanya lemah dalam kemampuan berbicara dan bahasanya. Pendekatan pendidikan untuk membantu anak yang punya masalah pendengaran terdiri dari dua kategori yaitu pendekatan oral ( membaca gerak bibir, speech reading/menggunakan alat visual untuk mengajar membaca) dan pendekatan manual (bahasa isyarat dan mengeja jari)

GANGGUAN FISIK

Gangguan Ortopedik
Gangguan ortopedik biasanya berupa keterbatasan gerak atau kurang mampu mengontrol  gerak karena ada masalah di otot, tulang, atau sendi.

Cerebral Palsy
Cerebral Palst merupakan gangguan yang berupa lemahnya koordinasi otot, tubuh sangat lemah dan goyah, atau bicaranya tidak jelas.

Gangguan Kejang-Kejang
Epilepsi merupakan gangguan saraf yang biasanya ditandai dengan serangan terhadap sensorimotor atau kejang-kejang.

Retardasi Mental
Ciri utama retardasi mental adalah lemahnya fungsi intelektual. Retardasi mental adalah kondisi sebelum usia 18 tahun yang ditandai dengan rendahnya kecerdasan dan sulit beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari.

GANGGUAN BICARA DAN BAHASA

Gangguan Artikulasi
Merupakan problem dalam elafalkan suara secara benar.

Gangguan Suara
Merupakan gangguan dalam menghasilkan ucapan yakni ucapan yang keras, kencang, terlalu keras, terlalu tinggi, atau terlalu rendah nadanya.

Gangguan Kefasihan
Merupakan gangguan kelancaran bicara atau biasanya disebut gagap.

Gangguan Bahasa
Merupakan kerusakan signifikan dalam bahasa reseptif atau bahasa ekspresif anak.

GANGGUAN BELAJAR

Anak yang menderita gangguan belajar: punya kecerdasan normal atau diatas normal, kesulitan dalam setidaknya satu mata pelajaran atau lebih, tidak memiliki problem atau gangguan lain.

GANGGUAN PERILAKU DAN EMOSIONAL

Merupakan problem serius dan terus-menerus yang berkaitan dengan hubungan, agresi, depresi, ketakutan yang berkaitan dengan persoalan pribadi atau sekolah, dan juga berhubungan dengan karakteristik sosio-emosional 

Kamis, 12 Juni 2014

MKOH

POML
thankyou guys:)

?????
maafin ya vira ada yang zonk tapi tetap ucul kok hihi

:):):):):)

i love you guys:)
xoxo

thankyou dear:)

PENGALAMAN PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI

Pengalaman Pedagogi 

Saat SD saya pernah bersekolah di 3 sekolah, saat kelas 1 SD saya bersekolah di SD Tunas Harapan di Rantau Prapat, saat kelas 2 SD sampai 4 SD saya bersekolah di SD Budi Murni 1 di Medan, dan terakhir saat kelas 5 SD sampai 6 SD saya bersekolah di SD Budi Murni 3 di Medan. Saat SD sangat banyak yang saya alami yang merupakan pengalaman pedagogi saya. Pada saat saya SD guru-guru sangat memperhatikan murid-muridnya dan guru lebih aktif di dalam kelas dibandingkan dengan kami murid-muridnya. Tapi terkadang kami juga aktif contohnya guru memberi soal dan menanyakan pada kami siapa yang dapat menjawab akan mendapat hadiah lalu salah satu dari kami pun mengerjakan soal ke depan dan menulis di papan tulis, dan saya juga pernah maju untuk mengerjakan soal dan saya mendapat hadiah cokelat. Walaupun cokelatnya tidak banyak dan tidak besar tapi saya sangat senang mendapatkannya dan ada kebanggaan dalam diri saya sendiri karena bisa mengerjakan soal ke depan. Setelah sampai kerumah saya dengan semangatnya memberi tahu kepada mama saya bahwa saya dapat mengerjakan soal ke depan dan mendapat cokelat, mama saya pun sangat senang mendengarnya dan bilang bahwa saya hebat. Tapi tetap saja guru lebih banyak mengambil alih kelas kebanyakan kami hanya mendengarkan saja, dan juga jika memberi contoh guru saya sendiri yang memberi contoh tapi terkadang kami juga diminta untuk memberi contoh. Dulu juga saya masih bergantung pada guru contohnya jika tidak dapat mengerjakan tugas saya sering bertanya pada guru bagaimana cara mengerjakannya :)

Pada saat saya SD cara belajar saya masih sering diatur oleh guru dan orangtua saya. Dulu saat saya SD setiap mata pelajaran harus ada 3 buku tulis yaitu buku catatan, buku tugas, dan buku ujian, juga waktu SD bukunya juga harus memiliki logo sekolah yang berarti buku yang dibeli dari sekolah.
Kami harus menulis sesuai dengan bukunya. Pada saat sekolah juga baju nya seragam tidak dibolehkan berpakaian bebas. Setiap hari senin upacara dan harus memakai topi dan dasi, jika tidak memakainya maka akan dapat hukuman dan berbaris di barisan khusus yang tidak lengkap seragamnya. Guru saya setiap hari pasti ada yang memberi tugas dan selalu dikumpul sebelum masuk sekolah atau sebelum bel masuk berbunyi alasannya supaya kami tidak menyontek tugas teman kami.
Padahal saat SD memang belum terlalu ada keinginan untuk menyontek karma dirumah selalu ditanya apakah ada pr? Jika ada apa pr nya? Dan pasti disuruh langsung mengerjakan. Dan saya tidak bisa berbohong jika saya ada tugas tapi saya lagi malas mengerjakan saya pasti disuruh untuk tetap mengerjakannya karena sekolah saya dulu membuat agenda setiap orang yang ditanda tangani guru seeteiap harinya dan dari situlah mama saya tau apa tugas kami dan kapan dikumpulnya jadi saya tidak bisa berbohong dan bermalas-malasan. Demikianlah sebagian pengalaman pedagogi saya dulu.


Pengalaman Andragogi

Saat ini saya sedang kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Cara pembelajaran saat kuliah dan saat sekolah itu berbeda. Saat kuliah kita diharapkan agar lebih aktif dibandingkan dengan dosen. Jika dosen meminta pendapat biasanya dosen juga meminta pendapat dari mahasiswa dan mahasiswa lebih aktif dibandingkan dengan dosen dan saat ini saya juga lebih banyak melakukan persentase kemudian dosennya menambahkan dan menjelaskan lagi materi tersebut. Saat kuliah kita diharapkan agar lebih aktif dan lebih peduli dibandingkan saat sekolah dulu guru yang lebih aktif. Saat kuliah ini juga tidak ada lagi buku tulis masing-masing untuk catatan, tugas, maupun ujian . Bahkan saat ini saya hanya punya 1 buku yang berisi catatan semua mata kuliah dan jika ada tugas biasanya diketik atau kadang ditulis dikertas saja tidak dengan mengumpul buku saat sekolah dulu. Dan untuk ujian juga ada disediakan dari kampus kertas ujiannya , jika ada kuis biasanya dikerjakan dikertas. Jadi tidak ada buku khusus untuk catatan, dll. Saat kuliah ini juga kami tidak memakai seragam, kami sudah berpakaian bebas dan memang kami memiliki peraturan dalam berpakaian dikampus. Dan saat kuliah ini harus lebih aktif dibandingkan saat sekolah dulu dikarenakan saya sudah menjadi semakin dewasa dan diharapkan untuk lebih perhatian , tidak mengharapkan pengajar terus yang lebih perhatian seperti saat sekolah dulu. Saat kuliah ini saya juga lebih mandiri, dalam mengerjakan tugas karena intensitas saya bertemu dengan dosen lebih sedikit dibandingkan dengan saat sekolah dulu intensitas bertemu dengan guru lebih banyak. Dan mata kuliah juga pada umumnya masuk sekali seminggu. 

Saat kuliah juga tidak ada lagi diadakan upacara wajib setiap hari senin tidak mengharuskan memakai dasi dan topi lagi. Tidak ada lagi agenda yang ditanda tangani guru yang akan dilihat orangtua saya. Saya juga diharapkan lebih peduli contohnya di facebook kami memiliki grup yang berisi informasi dikampus, tugas-tugas dan lain-lain. Dosen biasanya memberi tahu jika ada perubahan jadwal atau perubahan materi di grup yang ada di facebook oleh karena itu saya diharapkan untuk lebih sering membuka facebook agar tahu apa informasi terbaru. Demikianlah pengalaman andragogi saya:)


Minggu, 20 April 2014

OBSERVASI SEKOLAH

OBSERVASI SEKOLAH


¢Nama Sekolah     : SMP DHARMA PANCASILA
¢Alamat Sekolah  :  Jln. T. Dr. Mansyur No.71 C MEDAN
¢Kepala Sekolah  : Suwito, S.Pd.M.Hum.
¢Uang Sekolah      :  Rp. 225.000
¢Kelas                     : 8(delapan )E
¢Mata Pelajaran     : Bahasa Indonesia (alur)
¢Jumlah Siswa       : 32 0rang
¢ Kegiatan               : observasi
Setting Ruang Kelas
  • Kelas terdiri dari 17 meja dengan dua pasang kursi setiap, 4 buah  lampu yang dipasang dengan teratur, 1 kipas angin yang diletakkan ditengah, 1 buah jam dinding yang dipasang didinding depan bagian kanan, dan 1 kalender.
  • Terdapat satu whiteboard, penghapus, spidol, meja-kursi guru sebagai penunjang proses belajar di kelas.
  • Ada juga beberapa hiasan dinding seperti peta Indonesia, gambar biologi (tenggorokan dan Jantung), gambar Pemandangan, kata-kata khiasan, beserta bunga plastic hias yang dipajang disetiap dinding secara teratur.
Setting  Lokasi Sekolah
  • Jumlah kelas yang ada adalah 15 kelas. Dimana setiap tingkatan kelas terdiri dari      ruang A-E. pembagian ini bukan berdasarkan tingkat kecerdasan setiap siswa.
  • Lapangan terletak ditengah dimana menjadi tempat seluruh siswa beraktifitas diluar kelas.
  • Ada beberapa laboratorium diantaranya adalah Lab. Komputer, Lab. Bahasa, dan Lab. IPA. Serta perpustakaan yang menunjang proses pembelajaran.
  • Ada juga ruang guru tempat semua guru bertemu dan beristirahat, juga terdapat ruang kepala sekolah.
Sorot Mata
1.Guru
Memperhatikan seluruh murid ketika sedang memberikan materi pembelajaran.
2. Murid
Seluruh murid nampak memperhatikan guru namun kelihatan ada yang serius ada juga yang tidak.

Body Languange:
Guru : berdiri di depan kelas saat mengajar, terkadang guru juga menuliskan kata-kata yang susah dimengerti di whitboard. Sesekali guru tersenyum dan tertawa pada murid memperlihatkan betapa mereka sangat akrab.
Murid : beberapa dari murid memperhatikan guru dengan baik, tetapi ada juga yang memperhatikan guru sambil bermain dengan teman sebangku serta tiduran.

Dinamika Pembelajaran
  • Adanya interaksi yang baik antara guru dengan murid.
  • Guru berbicara dengan baik dan jelas, mengajak murid untuk memberikan pendapat mereka mengenai contoh alur, dan juga memberikan pertanyaan, serta memberikan  kesempatan bagi murid untuk bertanya.
  • Rata-rata murid tergolong sangat aktif dan memperhatikan guru walaupun ada beberapa yang melakukannya sambil tiduran dimeja.
  • Tetapi guru kewalahan dalam mengontrol murid agar tetap kondusif dalam proses belajar.
Analisa Teori Belajar dan Perkembangan
  Siswa SMP  berada pada tahap operasional Formal, karakteristik tahap iniyaitu kemampuan berfikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang di terima.
  Siswa SMP Dharma Pancasila kelas 8E tergolong pada siswa yang aktif dan sangat interaktif. Mereka bahkan memberikan masukan-masukan atas pertanyaan yang dilontarkan oleh guru mereka.
Sebagian besar dari murid adalah deep learner dan sebagian lagi surface learner. Murid dengan deep learner focus dalam belajar, bertanya jika tidak mengerti dan menjawab pertanyaan .
  Setiap murid memang berbeda, oleh sebab itu disinilah peran seorang guru didalam kelas dalam memberikan pembelajaran sangat penting
  Guru menggunakan pendekatan teacher-centered dengan metode instruksi langsung dimana guru memberikan penjelasan dan bertanya hanya tentang pelajaran Bahasa Indonesia (alur)
  Guru menggunakan salah satu strategi instruksional Teacher-Centered dengan comparative advance organizer dimana guru memberikan materi baru dengan menanyakan dan mengaitkan dengan pelajaran sebelumnya.
Guru juga menggunakan method Tanya  jawab suatu cara mengelola pembelajaran dengan menghasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut.
  Saat mengajar, guru menyatakan  kepada murid bahwa jangan melupakan pelajaran yang sudah lalu, karna guru akan bertanya tentang pembelajaran yang sudah lewat, agar murid tidak melupakan pembelajaran yang sudah lewat juga.
  Komunikasi antara guru dan murid sangat baik tetapi terkadang keadaan tersebut membuat kondisi kelas menjadi kurang kondusif.
  Memberikan pembelajaran yang sudah pernah dilakukan membuat murid menjadi lebih mengerti dan sangat interaktif.
  Dalam hal ini guru harus dapat mengelola kelas secara efektif dengan senang dan percaya diri, karna kemampuan tersebut sangat berdampak pada pencapaian prestasi belajar didik.

Kesimpulan Hasil Observasi :
Dari hasil observasi yang kami lakukan dapat kami simpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar, peran guru sangat penting menunjang bagaimana murid menerima pembelajaran, terkadang cara mengajar guru yang baik dan efektif menjadikan pemahaman yang baik bagi murid dan banyak guru digemari oleh setiap murid, bukan hanya pada guru saja, tetapi murid juga diharapkan ikut aktif dan tetap pada tata krama, keadaan ini akan menunjang proses pembelajaran yang baik.
Belajar juga didukung oleh lingkungan sekolah, serta sarana prasarana didalam sekolah seperti laboratorium, perpustakaan, ruang media, dll. Hal ini bertujuan untuk memudahkan setiap siswa mengakses pengetahuan (ilmu).
Tata ruang yang baik juga mempengaruhi kondisi belajar siswa. Dimana jika ruangan terlihat kotor dan berantakan membuat siswa tidak betah didalam ruangan tersebut.

Kesan Observasi Kelompok:
Selama kegiatan observasi kami sangat bersemangat dan sangat senang bagi 4 anggota kelompok kami ini menjadi pengalaman pertama kami. Kami merasa sangat gugup awalnya, tetapi ketika sampai disekolah kami menikmati observasinya.
Siswa siswi SMP Dharma Pancasila sangat menyenangkan, mereka ramah dan sangat antusias, kegiatan observasi kami berjalan dengan baik, kami juga di terima oleh kepala sekolah dan staf pengajar dengan baik. Kami berharap observasi kami ini dapat berguna nantinya.

DOKUMENTASI
Ester dan Hanna
Kelompok 5 (Dewi, Balqish, Ester, Kak Juli, Hotma)

Anggota Kelompok 5 bersama dengan Kepsek SMP Dharma Pancasila dan Seorang Guru

Ruang Kelas VIII-E

Kegiatan Belajar Mengajar

Kantin SMP Dharma Pancasila

Ruang Guru SMP Dharma Pancasila

Perpustakaan SMP Dharma Pancasila

Lab Komputer SMP Dharma Pancasila

Anggota Kelompok dan murid-murid VIII-E

KELOMPOK 5:
1. Hotma Indra Hakim (13-013)
http://hotmaindrahakim.blogspot.com/
2. Rifky Tiara Balqish (13-029)
http://13029rtb.blogspot.com/
3. Dewi Sitepu (13-097)
http://13097ds.blogspot.com/
4. Juli Theresia (09-072)
http://09072jtas.blogspot.com/